This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Translate

Minggu, 08 Juni 2014

PROSPEK BUDI DAYA SIDAT DI SITUBONDO

Minat Budi Daya Sidat di Situbondo Mulai Menggeliat
Perkembangan sidat, ikan air tawar yang menyerupai ular di wilayah Situbondo  terus menggeliat.

Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bpk. Yulianto ada sekitar 12 kelompok tani yang sudah melakukan pembesaran sidat di Situbondo

Produksi sementara  per tahun sekitar 10 ton dengan kualitas ekspor. Sidat banyak digunakan sebagai bahan makanan di restoran-restoran Jepang, Korea, Singapura dan Taiwan bahkan Ikan sidat sudah merambah kenegara Eropa sehingga   harga sidat mulai merangkak naik cukup cukup mahal.

Hal tersebut bisa terjadi karena sampai saat ini  masih belum ada teknologi yang bisa menghasilkan bibit Sidat karena ikan yang berbentuk seperti ular tersebut mempunyai siklus hidup yang unik. Untuk mendapoatkan  bibit sidat masih tergantung pada tangkapan alam, karena Sidat betelur di wilayah laut dalam dan besar di air tawar.

Sementara itu, Gus kodir (50) Ketua assosiasi Pembudi daya Sidat jawa Timur yang bertempat tinggal  di wilayah Desa Mangngaran Situbondo, menjelaskan, kemaren-kemaren  ia mendapatkan bibit Sidat masih dari luar Kabupaten situbondo.

Biasanya pemesanan bibit sidat dari Mentawai, Cilacap, Pelabuhan Ratu, dan Lampung. Tetapi saat ini pemesanan Sidat bebagai ukuran bisa di pesan di cv. Buana Surya yaitu di Bpk. Subhan No. HP. 085204019992 / 087857702322. 

Biasanya  bibit sidat dengan ukuran 'finger" dengan isi per kilo sekitar60 s/d 70 ekor, "1 kilogram ukuran finger dalam waktu 8 bulan akan menghasilkan kurang lebih 25 s/d 30  Kg  sidat Konsumsi dengan harga jual sekitar Rp 150.000 per kilogram. Kenapa 8 bulan? karena di usia tersebut ukuran sidat antara 3 ons sampai 6 ons dan siap dikonsumsi," ungkapnya.

Tapi Sidat juga mempunyai golden size antara 2,5 ons hingga 3,5 ons, ukuran itu yang sering di cari restoran-restoran Jepang sebagai bahan Unagi. 

Sementara ini penjualan sidat  banyak di jual ke Bandung, Jakarta, Surabaya dan Bali. Ada juga yang di ekspor, tapi untuk memenuhi permintaan dalam negeri saja sudah kewalahan. Jadi berapa pun banyaknya Sidat selalu laku jadi enggak pernah khawatir susah penjualannya. Banyak pembeli yang langsung mendatangi pembudidaya sidat.

Sedangkan untuk tempat pembesaran, bisa  memanfaatkan sungai yang di alirkan ke kolam-kolam kecil namun paling bagus bisa menggunakan air bor yang lebih bersih dan higenis. Air untuk Sidat harus mengalir, agar sidatnya bergerak dan banyak makan, karena jika airnya diam maka Sidat akan malas makan, dan sisa pakan yang tidak termakan akan menghasilkan racun untuk sidat.

Untuk  bahan pakan bisa  melakukan riset sendiri dengan mencampur tepung ikan, dedak halus, tepung jagung, tapioka, dan rumput laut hingga berbentuk seperti pasta. Normalnya makanan yang diberikan lima persen dari berat Sidat, tapi juga bisa  di tambah menjadi 7,5 persen agar cepat panen tapi tentu dengan memperkuat aliran sungai, karena sidat akan bergerak lebih cepat.

Prediksi budidaya Sidat di Situbondo akan terus berkembang pesat karena Sidat menjadi salah satu hidangan utama yang terpopuler di Jepang. Selain Unagi ada juga Unadon, sidat bakar yang disajikan di atas nasi. Sedangkan Sidat sendiri di Jepang sudah menjadi ikan langka dan hanya 30 persen sidat dari Jepang sendiri yang digunakan sisanya yang ekspor salah satunya dari wilayah Indonesia.

Senin, 05 Mei 2014

HASIL LAUT

BUDIDAYA SIPUT & KERANG LAUT 

Turbo marmoratus umumnya dikenal sebagai Turban sorban marmer, Turban shell hijau, atau siput hijau atau di Maluku dikenal dengan namaSiput Batu Laga. Ini adalah siput laut dari famili Turbinidae yang besar, dengan tempurung tebal dan operkulum besar mengkilat yang menutup pintu belakang ketika hewan masuk ke dalam shell (cangkang) untuk keamanan dari pemangsa atau ketika merasa terganggu. Selain itu, cangkang dari marmer juga digunakan sebagai nacre dan di beberapa tempat opercula telah digunakan sebagai pemberat kertas.
Cangkang yang berwarna hijau pada waktu muda yang dimiliki siput ini berfungsi untuk melindungi bagian tubuh lunaknya. Pada saat ukuran cangkangnya sudah mencapai 15 cm atau lebih, warna hijau tertutup oleh alga dan biota penempel (fouling organism) sehingga tampak hanya warna cokelat atau putih kusam. Cangkang bagian dalam warnanya tetap mengkilap seperti perak. Tubuhnya terdiri dari badan dan kaki sebagai alat gerak, kepala dengan tentakel dan sepasang mata. Pada tubuh yang lunak menempel operkulum yang tersusun dari zat tanduk berwarna putih berbentuk cembung pada sisi luarnya dan berfungsi sebagai pelindung dirinya dari serangan musuh.
Taksonomi Turbo marmoratus
Empire Eukaryota
Kingdom Animalia
Phylum Mollusca
Class Gastropoda
Order Archaeogastropoda
Family Turbinidae
Genus Turbo
Species marmoratus
Turbo marmoratus Linnaeus, 1758 adalah spesies dari Genus Turbo subgenus Lunatica Röding, 1798 
Di Maluku, Turbo marmoratus atau Siput Mata Bulan lebih dikenal dengan nama batu laga atau batu goyang. Ukurannya dapat mencapai 20 cm dan beratnya lebih dari 3 kg. Nelayan telah lama memanfaatkan cangkangnya sebagai bahan kancing baju, kerajinan tangan atau dijual sebagai souvenir dan dagingnya dikonsumsi.
Reproduksi
Turbo marmoratus memiliki sifat seksual dimorfisme artinya jenis kelamin terpisah dan dapat dibedakan secara morfologi. Sifat seksual ini dapat dilihat dari bentuk genital papila yang berfungsi sebagai organ sex. Organ sex jantan berbentuk pipa dengan panjang sekitar 3 – 5 mm berwarna jingga muda sedangkan organ betina bentuknya melebar menyerupai biji kacang dengan ukuran 15 – 20 mm.
Siput hijau yang tinggal di habitat terumbu karang diperkirakan dewasa secara seksual pada ukuran sekitar 110-120 mm . Pada penetasan di Tonga, individu dewasa yang menetas ukurannya lebih kecil, yakni 70-90 mm. Pada garis lintang yang lebih tinggi, siput hijau muncul untuk berkembang biak hanya pada bulan-bulan musim panas ketika suhu air lebih tinggi, tapi di lintang rendah, hewan dewasa berkembang biak berulang kali sepanjang tahun (Yamaguchi, 1993). Fekunditas meningkat seiring dengan bertambahnya ukuran, tetapi telah diperkirakan sampai 7 juta telur pada bekicot betina yang memiliki berat sekitar 2-kg. Tidak seperti lola, telur dari siput hijau tidak memiliki lapisan jelly.
Organ sex pada siput ini terlindung oleh cangkang sehingga untuk memeriksanya harus dengan mengangkat cangkangnya dan membiarkan bagian tubuhnya yang lunak keluar dengan memberikan siraman air laut lewat selang plastik pada bagian kepalanya. T. marmoratus diperkirakan matang gonad pada umur 3 – 4 tahun dan pertumbuhan cangkangnya 2—3 cm diameter pertahun.
Untuk bereproduksi, sperma laki-laki dan telur perempuan dilepaskan ke dalam kolom air di mana mereka tumbuh dan berkembang menjadi larva planktonik yang umumnya menetap sampai menjadi juvenil beberapa hari.3
Potensi Pemanfaatan
cangkang siput batu laga
pemanfaatan cangkang
Turbo marmoratus merupakan salah satu hasil perikanan di Kepulauan Solomon, Papua Nugini dan Vanuatu. Spesies ini hidup di perairan dangkal atau perairan pasang surut daerah rataan terumbu karang. Pada akhir tahun 1980-an nilai ekspor T. marmoratus dari Kepulauan Solomon mencapai 3 ton/ tahun. Papua Nugini mengekspor T. marmoratus sebanyak 60 ton/tahun dalam periode 1950-1984 dan Vanuatu mengekspor 21 ton/tahun antara tahun 1966-1982 (Robert et al. 1982 dalam Liemana 2002). Pemanfaatan yang intens ini merupakan tekanan yang sangat berat terhadap salah sumberdaya perikanan ini. Menurut (Williams. S. 2004) Panen dunia T. marmoratus diperkirakan :
• 800 ton pada tahun 1986
• ton pada tahun 1987 dan 1988
Hal ini terus dipancing oleh penggunaan shell nacreous (cangkang) untuk :
• pembuatan tombol
• Sebagai bahan tatahan untuk vernis, seni kerajinan tangan mebel dan perhiasan
Operkulum berkapur yang berat besar juga bisa dijadikan sebagai barang kerajinan dan perdagangan-shell. Daging hewan ini juga dapat dimakan dan merupakan makanan penting nelayan dan masyarakat lokal di seluruh Indo-Pasifik Barat (Williams. S. 2004). Di beberapa negara seperti Cina dan Jepang, bubuk cangkang digunakan sebagai bahan pengganti kalsium karbonat untuk membuat tanah liat cair dalam produksi keramik. Campuran cangkang keong dan kerikil dapat digunakan sebagai bahan pembuat beton dan semen. Selain itu, zat kapur dari cangkang juga digunakan dalam industri lem atau perekat.
Konservasi
Pelajari lebih lanjut, apa tindakan yang diambil untuk bisa mengembalikan stok yang hilang ?. Turbo marmoratus telah menjadi fokus dari perikanan yang intens selama abad terakhir. Untuk meningkatkan dan mengembalikan stok,, spesies ini telah menjadi fokus dari program budidaya di negara-negara Indo-Pasifik Barat seperti Indonesia dan Vanuatu, dan juvenil telah diintroduksi ke Tonga, Samoa dan Polinesia Perancis Samoa (Bell, J D and Gervis, M.,1999).
Dengan berbagai jenis keong yang ada di Indonesia dan permintaan keong laut yang besar dari negara Eropa, Amerika, dan Jepang, maka pemerintah hendaknya dapat mendukung usaha untuk tujuan ekspor baik dalam skala kecil dan skala menengah. Kampus dengan sumberdaya yang dimilikinya adalah salah satu sumber ilmu yang diperlukan untuk dapat mengelola sumber daya alam tersebut dan hanya dapat berperan efektif jika tersedia basis data tentang potensi dan peluang pengembangannya.